Gadis Kecil Penjual Tisu di BBWS Citarum Kota Bandung

Halo Sobat Bonbon, kali ini Kang Bonbon mau berbagi pandangan yang didapat saat merasa gabut sama seperti artikel tentang Gembok Cinta di Taman Balaikota. Ceritanya pada hari kamis itu saya diminta untuk mengawas ujian di salah satu kampus di Kota Bandung. Karena pekerjaan utama sudah selesai, dan ujian di kampus berlangsung dari pagi sampai dengan siang hari, akhirnya selepas ujian saya sudah tidak ada lagi yang harus dikerjakan. Untuk mengisi waktu luang tersebut, saya memutuskan pergi hunting foto di area dekat kampus yaitu BBWS Citarum yang ada di Jalan Siliwangi.
Gadis Cilik Penjual Tisu
Gadis Cilik Penjual Tisu
ISO 100, f/3.2, 1/100 detik, 50mm. Kamera : Canon EOS 800 D, Lensa : 50mm
Sesampainya di BBWS Citarum, saya langsung mengeluarkan peralatan fotografi ala kadarnya. Bermodal kamera Canon EOS 800D, tripod berukuran kecil yang dapat masuk ke ransel, dan beberapa filter ND + CPL, mata saya langsung mencari spot terbaik disana.

Saat itu suasana di BBWS Citarum tidak terlalu ramai. Awalnya saya tidak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan, sampai datang seorang gadis kecil yang menawarkan tisu dengan harga Rp5.000,- kepada saya. Setelah tisu nya saya beli, gadis kecil itu tampak pergi menjauhi saya yang masih menunggu kamera selesai memotret gambar selama 1 menit.

Entah apa yang membuat perhatian saya beralih kepada gadis kecil tersebut. Saya pun mengalihkan mata kamera ke arah gadis penjual tisu yang tengah duduk beristirahat di dekat jembatan merah, dan memotret ke arahnya beberapa kali.

Saya sendiri menyukai foto ini bukan karena subyeknya saja, melainkan karena moment dan pesan yang ingin disampaikan oleh sang gadis kecil penjual tisu tersebut. Dari foto diatas, tampak si gadis kecil merasa lelah sehingga ia memilih untuk beristirahat sebelum kembali menyodorkan tisu yang ia jual.

Dari segi komposisi, sang gadis kecil tampak sengaja mencuri perhatian orang dengan menggunakan kerudung dan rok berwana biru mencolok yang selaras dengan baju lengan panjang berwarna cokelat muda, ditambah dengan aksesoris tas berwarna merah muda ke unguan. Latar belakang yang agak bokeh membuat subyek tampak lebih menonjol dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti yang pernah saya sampaikan di artikel tentang 7 hal dasar yang perlu diketahui fotografer pemula, saya sengaja menempatkan sang gadis kecil di sebelah kanan, dekat dengan papan pemberitahuan agar pesan tersirat yang ingin disampaikan olehnya menjadi lebih jelas (komposisi rule of third).

Ada beberapa hal yang sangat menarik bagi saya, contohnya seperti mata si gadis kecil yang tampak sedang memandang sesuatu yang mungkin saja calon pembeli tisunya. Bibirnya yang dimasukan sedikit menunjukan bahwa ia hanyalah seorang anak-anak yang masih polos dan lugu. Empat buah bungkus tisu yang dipegang serta papan bertuliskan "KEBERSIHAN ITU SEBAGIAN DARI IMAN KALAU GA BERSIH... ??? " di samping kiri si gadis yang seolah-olah menjadi media promosi dan memaksa pembeli untuk membeli tisu sebagai alat kebersihan.

Kebersihan itu sebagian dari iman, tisu adalah alat kebersihan, kalau gk beli tisu saya berarti gk bersih, kalau gak bersih berarti ??? Hahahaha.... ya itulah pesan tersirat dari seorang gadis kecil penjual tisu di BBWS Citarum.

Satu lagi, foto diatas saya ikut sertakan dalam ajang perlombaan fotografi di Instagram, jadi saya mau minta tolong untuk memberi dukungan pada foto tersebut dengan cara klik link ini dan berikan like nya. Terimakasih :D

24 komentar:

  1. banyak ya di abndung anak kecil yg jualan tissu, gak apa ya daripada cuma minta2 saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia sih, dibandingkan dengan pengemis saya lebih suka mereka yg jualan kaya gini. Tapi tetep aja kasihan kalo yg jualnya anak2

      Hapus
  2. Saya juga lebih suka memberikan uang pada orang yang berusaha daripada yang sekedar minta-minta saja. Walau begitu, kalau penjualnya anak-anak, saya lebih merasa kasian padanya. Terkadang kita harus membeli sesuatu bukan karena kita membutuhkan barangnya. Tetapi, agar kita bisa membantu orang yang sedang membutuhkan

    BalasHapus
  3. Dapat pelajaran sekali dari postingan kali mas, pertama seorang anak penjual tisu, saya selalu menjadi sangat tertarik untuk membeli apapun itu dari pedagang keliling apalagi dari seoarang anak kecil yang seharusnya berada di bangku sekolah tapi dia sedang berusaha untuk membantu orang tuanya mencari sesuap nasi. Walaupun saya tahu saya tidak butuh dengan apa yang di jualnya tapi saya yakin mereka sangat butuh uang untuk dapat bertahan hidup.

    Kedua Papan yang bertuliskan "KEBERSIHAN ITU SEBAGIAN DARI IMAN KALAU GA BERSIH... ??? berarti gak punya IMAN hahaha...

    Intinya spot pengambilan fotonya mengandung makna yang sangat dalam mas, bagus bangetlah fotonya mas..

    BalasHapus
  4. Ngeliat fotonya, aku lgs sedih mas ama anaknya.. Suka ga tega kalo udh ketemu anak2 berjualan gini :( .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak saya juga, jadinya kita terpaksa beli karena kasihan.

      Hapus
  5. aku terkesan sama jepretannya mas..
    sekarang ini banyak banget yang anak2 yang jualan tisu di jalan. apa saking uang jajan buat sekolah kurang atau bantu buat biaya sekolah..entahlah..
    takutnya dan ironinya kalo si anak dieksploitasi oleh orangtuanya untuk berjualan.
    kadang kasian gitu liatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul mbak, emang banyak juga kejadian si anak di eksploitasi sama orangtuanya / orang lain.

      Hapus
  6. suka sama photography juga ya mas? saya juga suka, tapi jarang hunting!..

    Di bandung masih banyak yang seprti ini ya? sedih saya.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia mas, lumayan lah hobi. Betul mas, disitu kadang saya merasa sedih.

      Hapus
  7. Ternyata banyak yang bisa kita ambil pelajaran dari apa yang ada disekitar kita ya kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, belajar dari sesuatu yg ada di lingkungan sekitar dulu. hehehe

      Hapus
  8. Ini satu foto sejuta informasi. Keren komposisinya. Hanya dalam satu foto, kita bisa tahu makna dan pesan yang tersirat dari foto tersebut. Ini,alus pisan!

    BalasHapus
  9. Keren narasinya. Sedih bacanya. Seperti komentar mbak Daruma di atas, saya lebih berpikir kalau anak ini dieksploitasi. Haaa sedih. Di luar, kita bisa menemukan ketika kita tak seberuntung orang lain sekaligus benar-benar merasa beruntung ketika dipertemukan yang seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak mbak... Mudah2han kedepannya gk ada lagi ya yg kaya gini.

      Hapus
  10. Mas hanif berbakat nih dalam foto jurnalistik. Ambil angglenya pas banget. Saya salut mas. Kalo dalam dunia pers ini dinamakan Feature news image. salah satu teknik pengambilan gambar bercerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalo itu saya malah baru tau loh mas. Btw makasih banyak informasinya

      Hapus
  11. foto yang bercerita itu menarik... saya suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat menikamti cerita saya...

      Hapus
  12. Exploitasi ini gan.

    Lagu lama.

    Folback ya: https://ginjalobat.blogspot.com/

    BalasHapus

MY INSTAGRAM

@hanif.bonbon